BONEKA VOODOO
Untuk kesekian kalinya penyakit itu datang menyerang. Saat meeting, tiba - tiba Frans merasa seluruh tubuhnya sakit seperti di tusuk - tusuk jarum, nyeri sekali. Tapi, Frans sepertinya tak ingin sakitnya di ketahui orang lain. Sebisanya ia menahan sakit hingga saat rapat itu usai beberapa jam berikutnya.
Frans tak paham dengan penyakit anehnya.Sudah berpuluh dokter dia datangi, jawaban yang di terima dari tiap dokter nyaris senada dan tak memberinya rasa puas " kecapekan " adalah kata - kata makbul yang membuatnya bosan. Itu belum termasuk embel - embel larangan merokok.
**
Setibanya di rumah, Frans menceritakan peristiwa itu kepada Nadya, istrinya. Wanita yang selalu dapat memahami dan mengerti kondisinya.
" Mas, jangan banyak bergerak dulu, " katanya seraya mengurut pelan kaki Frans yang sakit.
" Mungkin benar juga kata dokter, aku kurang banyak bergerak apalagi olah raga, semua tulang - tulang kaku, sesak nafas dan terkadang kepala ini mau pecah saja, mungkin akiran darahnya tidak lancar, " keluh Frans.
" Ya udah deh, eh .... bagaimana jika minggu besok, kita jalan - jalan pagi, menghirup udara segar kan bagus untuk pernafasan dan otot - otot kaku " kata Nadya lagi.
" Boleh juga usulmu," jawab Frans menimpali.
" Mungkin benar juga kata dokter, aku kurang banyak bergerak apalagi olah raga, semua tulang - tulang kaku, sesak nafas dan terkadang kepala ini mau pecah saja, mungkin akiran darahnya tidak lancar, " keluh Frans.
" Ya udah deh, eh .... bagaimana jika minggu besok, kita jalan - jalan pagi, menghirup udara segar kan bagus untuk pernafasan dan otot - otot kaku " kata Nadya lagi.
" Boleh juga usulmu," jawab Frans menimpali.
Sejenak Frans termenung, Ditatap istrinya secara seksama. Entah mengapa tiba - tiba muncul perasaan bersalah di relung hatinya. Perselingkuhan yang dulu ia lakukan membuatnya menyesal. Frans mengakui kala itu imannya masih goyah. Bermula hanya dari iseng atas ajakan teman - teman hingga akhirnya membuatnya benar - benar terjerumus di jurang nista.
Frans menelantarkan anak istrinya, dia begitu hanyut dan lupa diri. Tak jarang pula, Frans berbohong untuk menutupi perbuatannya.
Hura - hura, hiburan malam, mabuk, narkoba dan wanita adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya. Sampai akhirnya, semua kebobrokan itu diketahui semuanya.
Nadya menangkap basah perselingkuhan Frans. Buntutnya, dunia pun serasa jungkir balik. Rumah tangga yang semula adem ayem berubah bagai neraka.Untunglah, semua dapat di selesaikan, meski menyimpan goresan luka yang mendalam di hati Nadya.
Tiba - tiba lamunan Frans terpecah. Seseorang menepuk pundaknya.
" Mas koq melamun, ini minumannya," kata istrinya.
" Terima kasih," jawab Frans sambil menegak habis jus pemberiannya.
" Mandi dulu sana, biar segar," katanya lagi.
" Mas koq melamun, ini minumannya," kata istrinya.
" Terima kasih," jawab Frans sambil menegak habis jus pemberiannya.
" Mandi dulu sana, biar segar," katanya lagi.
***
Minggu pagi, udara begitu cerah, Frans sudah bersiap - siap untuk lari pagi bersama istrinya.
" Ma, sudah siap belum, ayo kita berangkat," kata Frans.
" Ya mas, sebentar, mama lagi pasang tali sepatu," jawab Nadya dari dalam kamar.
Tak lama kemudian, satu wajah cantik muncul dari dalam kamar. Ia tersenyum memandang Frans. " Dia cantik sekali, mengapa tidak kusadari sejak dulu," batin Frans. Ia semakin menyesal dengan ulah masa lalunya yang buram. Wanita yang lembut dapat mengerti semua kegalauan hatinya.
" Heh" kata Frans melenguhkan nafasnya. Nafas penyesalan.
" Heh" kata Frans melenguhkan nafasnya. Nafas penyesalan.
Suasana pagi itu begitu hangat, Frans dan Nadya berlari - lari dalam canda ria mengitari komplek. Para tetanggapun seolah merasakan kebahagiaan mereka pagi itu, yang terlihat mesra bagaikan muda mudi yang sedang kasmaran. Sampai akhirnya......
Tiba - tiba Frans merasa nafasnya sesak. Ia hampir jatuh tersungkur jika saja Nadya tak cepat tanggap menangkap tubuhnya. Penyakit itu datang lagi dan saat itu Frans merasa sakitnya jauh lebih parah dari hari - hari sebelumnya.
Frans dilarikan ke rumah sakit, Pihak medis mensinyalir Frans terkena serangan jantung. Beragam upaya pertolongan dilakukan. Namun tampaknya Tuhan berkendak lain. Frans tak terlolong dan akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir.
****
Satu persatu pelayat mulai meninggalkan pemakaman, tanah merah itu menjadi tempat peristirahatan Frans. Diatas pusara, Nadya berdiri tegak kukuh tak bergeming. Yang aneh, tampak seulas senyum kecut di bibirnya yang merah. Ditelapak tangannya tergengam sebuah boneka aneh berlumuran darah.
Rencananya berjalan mulus. Dendam dan sakit hatinya terobati. Penderitaan yang dilakukan suaminya terbalas inpas.Semua karena boneka voodoo yang ada dalam gengamannya. Boneka yang di dapatkan dari seorang pintar beberapa bulan yang lalu. Boneka yang digunakan untuk membunuh suaminya secara perlahan dengan menggunakan ilmu hitam.
Perlahan di galinya sedikit gundukan tanah. Boneka voodoo yang bersimbah darah itu ditanamnya disamping pemakaman suaminya.
" Semoga Mas, beristirahat dengan tenang," bisiknya lirih dan meninggalkan pemakaman. Tiada air mata, tiada penyesalan, hanya senyum kemenangan yang terlihat, sampai dendamnya terbalas.
.................00000oooo00000..............

Tidak ada komentar:
Posting Komentar